-
By Admin
- February 20, 2026
Dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, penerapan ISO 45001 sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola keselamatan dan kesehatan kerja secara sistematis. Salah satu elemen pendukung yang memiliki peran strategis adalah p2k3 dalam penerapan ISO 45001. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) berfungsi sebagai wadah kerja sama antara manajemen dan pekerja dalam mengidentifikasi, mengendalikan, serta memantau risiko K3 di tempat kerja. Dengan P2K3, perusahaan dapat memastikan kebijakan dan program K3 dijalankan secara konsisten sesuai prinsip ISO 45001.
P2K3 juga berkontribusi dalam komunikasi, konsultasi, serta partisipasi pekerja, yang menjadi salah satu persyaratan utama dalam standar ini. Selain itu, keberadaan P2K3 membantu perusahaan dalam melakukan evaluasi kinerja K3, pelaporan insiden dan rekomendasi perbaikan berkelanjutan. Dengan p2k3 dalam penerapan ISO 45001 yang berjalan efektif, perusahaan tidak hanya memenuhi persyaratan standar namun juga membangun budaya kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif.
Pengertian P2K3
P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah panitia yang dibentuk di perusahaan sebagai wadah kerja sama antara pengusaha dan pekerja dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). P2K3 ini juga bertugas dalam membantu perusahaan merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi program K3 agar lingkungan kerja tetap aman, sehat, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Korelasi P2K dengan ISO 45001
Korelasi P2K3 dengan ISO 45001 sangat kuat karena keduanya sama-sama bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja secara terencana. ISO 45001 juga berfungsi sebagai pedoman atau sistem manajemen K3, sedangkan P2K3 menjadi pihak yang menjalankan dan mengkoordinasikan penerapannya di lingkungan perusahaan.
Dengan P2K3, keterlibatan dan komunikasi antara manajemen dan pekerja dapat berjalan lebih efektif, sesuai dengan tuntutan ISO 45001. P2K3 juga berperan dalam mengenali potensi bahaya, menilai risiko, memantau program K3 dan mencatat dan mengevaluasi kejadian kecelakaan kerja. Rapat P2K3 yang dilakukan secara rutin membantu perusahaan meninjau kondisi K3 dan menentukan langkah perbaikan.
Peran P2K3 dalam Penerapan ISO 45001
Berikut ini beberapa peran P2K3 dalam penerapan ISO 45001:
-
Mendukung penerapan sistem K3
P2K3 berperan membantu perusahaan dalam menjalankan sistem keselamatan dan kesehatan kerja sesuai kerangka ISO 45001. -
Mendorong partisipasi dan komunikasi pekerja
P2K3 menjadi penghubung antara manajemen dan pekerja dalam menyampaikan masukan, keluhan, serta usulan terkait K3. -
Identifikasi bahaya dan penilaian risiko
P2K3 terlibat dalam mengenali potensi bahaya di tempat kerja dan membantu perusahaan mengendalikan risiko K3. -
Pemantauan pelaksanaan program K3
P2K3 memantau penerapan prosedur K3 agar berjalan sesuai kebijakan dan standar ISO 45001. -
Pelaporan dan evaluasi insiden kerja
P2K3 membantu pencatatan, pelaporan, dan evaluasi kecelakaan atau insiden untuk mencegah kejadian yang sama. -
Mendukung perbaikan berkelanjutan
Melalui rapat rutin dan rekomendasi, P2K3 berkontribusi dalam peningkatan kinerja K3 secara berkelanjutan.
Peran P2K3 dalam penerapan ISO 45001 sangat penting karena menjadi penghubung antara manajemen dan pekerja dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang berkelanjutan. Melalui identifikasi risiko, pemantauan program K3, serta evaluasi berkelanjutan, P2K3 membantu memastikan bahwa sistem manajemen berjalan efektif dan sesuai dengan standar International Organization for Standardization.
Dengan dukungan komitmen manajemen dan partisipasi aktif seluruh karyawan, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, serta meningkatkan kepercayaan stakeholder. Jika perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam pemenuhan persyaratan K3, sertifikasi, hingga pengurusan legalitas usaha konstruksi, kunjungi website SBUJK TSI untuk mendapatkan layanan profesional yang terpercaya dan sesuai regulasi.
Baca juga: Peran ISO 45001 dalam Mengukur K3 di Perusahaan